BAZNAS Bangka Siap Optimalkan Zakat Produktif Lewat Peluncuran Kampung Zakat Reborn di Desa Penyamun
BAZNAS Bangka Siap Optimalkan Zakat Produktif Lewat Peluncuran "Kampung Zakat Reborn" di Desa Penyamun
06/01/2026 | HumasSUNGAILIAT, BAZNAS BANGKA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bangka berkomitmen penuh dalam mentransformasikan pendayagunaan zakat dari konsumtif menjadi produktif. Hal ini ditegaskan dalam acara peluncuran Kampung Zakat Reborn (KZR) Tahun 2024 yang dipusatkan di Desa Penyamun, Kecamatan Pemali, pada Selasa (6/1/2026).
Kegiatan yang diinisiasi bersama Kementerian Agama dan Pemerintah Kabupaten Bangka ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengelolaan zakat yang terukur dan berkelanjutan.
Kolaborasi Strategis Demi Kesejahteraan Umat
Dalam sambutannya, Kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag Babel, Abdul Rohim, menekankan bahwa Kampung Zakat Reborn adalah instrumen nyata pengentasan kemiskinan. BAZNAS Kabupaten Bangka hadir sebagai pilar utama dalam mengintegrasikan potensi lokal dengan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola.
Sebagai bentuk aksi nyata di lapangan, dalam rangkaian acara tersebut diserahkan berbagai bantuan stimulan bagi masyarakat Desa Penyamun, di antaranya:
-
Pemberdayaan UMKM: Dukungan modal dan alat bagi pelaku usaha kecil lokal.
-
Bedah Rumah: Penyerahan bantuan rumah layak huni bagi keluarga mustahik.
-
Ketahanan Pangan: Pengembangan usaha peternakan ayam berbasis potensi desa.
Zakat Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Solusi Ekonomi
Ketua BAZNAS Kabupaten Bangka (dalam perspektif Humas) menyambut baik sinergi ini. Program KZR diharapkan tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi mampu mengubah status para penerima manfaat (mustahik) menjadi pemberi zakat (muzakki) di masa depan melalui pendampingan usaha yang intensif.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah zakat yang disalurkan melalui BAZNAS memiliki dampak ekonomi yang nyata. Dengan Kampung Zakat Reborn, kita membangun ekosistem ekonomi syariah di tingkat desa yang kuat dan mandiri," ujar perwakilan BAZNAS Bangka.
Melalui peluncuran ini, Desa Penyamun akan menjadi pilot project atau model pengelolaan zakat produktif yang diharapkan dapat direplikasi di kecamatan lain di seluruh Kabupaten Bangka.